Minggu, 24 Juli 2011

askep komunitas pada balita

Kasus
Di  kelurahan simomulyo posyandu pelangi III terdapat 66 balita yang terdiri diri dari : 0-12 bulan = 21, 13- 36 bulan = 15, 37- 60 bulan = 30 dan berdasarkan informasi dari kader posyandu Balita yang gizi buruk 3 orang, Balita yang diare karena tidak cocok dengan susu formula 6 orang, Balita yang berat badannya tidak sesuai dengan umur (Berat badan balita yang berada digaris kuning  dan digaris merah ) 5 orang. Sebagian besar ibunya bekerja sebagai ibu rumah tangga dan kepala keluarganya sebagian bekerja di pabrik sebagai buruh pabrik dan sebagian lagi di pemerintahan. Antar rumah saling berdekatan sehingga jika terjadi kebaran sangat sulit buat petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan api, pembangunan gorong- gorong di sungai, sehingga air di bendung dan tidak mengalir lancar, selokan di depan rumah warga banyak yang tersumbat, jalan di depan rumah kotor, banyak kardus basah sisa sampah banjir yang di buang sembarangan, mayoritas warga beragama islam. Di wilayah ini memiliki 1 masjid, 1 gereja, 1 paud , 1 TK, 1 Atap SDN simomulyo, untuk beraktivitas warga menggunakan sepeda  motor untuk alat transportasi. Biasanya  ibu- ibu sering mengajak balitanya naik mobil aneka warna yang diputarkan lagu- lagu anak untuk berkeliling di sekitar kampung dengan biaya Rp.1000 untuk 1x putaran, serta setiap minggu pagi, ibu yang memilki balita, sering membawa balitanya jalan-jalan di pasar pagi dadakan yang ada di sepanjang pintu gerbang jalan tol surabaya – malang dekat kampung warga.


1.      PENGKAJIAN
Di kelurahan simomulyo posyandu pelangi III
A.    DATA INTI
Di kelurahan simomulyo posyandu pelangi terdapat 66 balita
Umur            : 0-12 bulan = 21
                     : 13- 36 bulan = 15
                     : 37- 60 bulan = 30
Pekerjaan      : sebagian besar ibu yang memiliki balita bekerja sebagai ibu rumah tangga sedangkan kepala keluarganya sebagian bekerja di pabrik sebagai buruh pabrik dan sebagian lagi di pemerintahan
Agama          : mayoritas islam
Data statistik:   Berdasarkan informasi dari kader setempat
-          Balita yang gizi buruk 3 orang,
-          Balita yang diare karena tidak cocok dengan susu formula 6 orang
-          Balita yang berat badannya tidak sesuai dengan umur (Berat badan balita yang berada digaris kuning  dan digaris merah ) 5 orang

B.     DATA  SUBSISTEM
1.      Lingkungan Fisik
a.       Perumahan dan lingkungan: antar rumah berdekatan, tipe rumah permanen, pembangunan gorong- gorong di sungai sehingga air di bendung dan tidak mengalir lancar, selokan di depan rumah warga banyak yang tersumbat, jalan di depan rumah kotor, banyak kardus basah sisa sampah banjir yang di buang sembarangan
b.      Lingkungan terbuka : mayoritas tidak mempunyai halaman rumah yang luas
c.       Kebiasaan: balita yang berumur 36 – 60 bulan sering mengkonsumsi makanan ringan  (snack) yang biasa di beli di warung- warung terdekat. Serta sering mengkonsumsi mie instant
d.      Transportasi: ibu mengantarkan balita ke posyandu dengan jalan kaki sedangkan untuk beraktivitas biasanya menggunakan sepeda motor
e.       Pusat pelayanan:  terdapat 1 posyandu dan 1 puskesmas
f.       Tempat belanja: dipasar tradisional dan mini market
g.      Tempat ibadah: 1 masjid dan 1 gereja
2.      Pelayanan Kesehatan Dan Sosial
Pelayanan kesehatan terdapat 1 posyandu dan 1 puskesmas.
3.      Ekonomi
Berdasarkan hasil wawancara, penghasilan rata- rata kepala keluarga perbulan Rp. 900.000- 1.500.000.
4.      Keamanan Dan Transportasi
Bila terjadi kebakaran, mobil pemadam kebakaran kesulitan untuk masuk di pemukiman warga karena jarak antar rumah berdekatan dan gangnya sangat sempit. Mayoritas warga menggunakan alat transportasi sepeda motor untuk pergi beraktivitas.
5.      Pemerintahan
Posyandu pelangi III merupakan RT 03 dan RW 09 di kelurahan simomulyo.
Kader yang dimiliki sebanyak 5 orang.
6.      Politik
Pemerintah sudah memberikan pelatihan kepada kader, untuk mengajarkan kepada ibu balita, agar segera memberikan oralit pada balitanya yang terkena diare dan lansung di bawa ke puskesmas untuk tindakan lebih lanjut.
7.      Komunikasi
Komunikasi ibu yang dilakukan pada balitanya dengan komuniaksi verbal maupun non verbal. Informasi dari RT/RW setempat dialkuakn dengan menggunakan pengeras suara melalui siaran di masjid.
8.      Pendidikan
Tingkat pendidikan orang tua balita 20 orang lulusan  SD,18 orang SMP dan selebihnya SMA/ SMK.
Terdapat 1 TK, 1 Paud, 1 atap SDN simomulyo.
9.      Rekreasi
Dari hasil wawancara, ibu sering mengajak balitanya naik mobil aneka warna yang diputarkan lagu- lagu anak untuk berkeliling di sekitar kampung dengan biaya Rp.1000 untuk 1x putaran, serta setiap minggu pagi, ibu yang memilki balita, sering membawa balitanya jalan-jalan di pasar pagi dadakan yang ada di sepanjang pintu gerbang jalan tol surabaya – malang dekat kampung warga.
                                       
TABULASI
Diagram 1.1
Dari diagram 1.1 menunjukkan Balita yang mengalami gizi buruk sebesar 4.5 % , balita yang diare karena tidak cocok dengan susu formula 9 % dan balita yang berat badannya tidak sesuai dengan umurnya 7.5 % dari jumlah balita yang ada di posyandu pelangi III sebesar 66 orang


ANALISA DATA
No.
Data
Etiologi
Masalah
1.
- Data dari kader terdapat 6 balita yang diare akibat pemberian susu formula.
- pembangunan  gorong- gorong di sungi, sehingga air di bendung dan tidak mengalir lancar, selokan di depan rumah warga banyak yang ttersumbat, jalan di depan rumah kotor, banyak kardus basah sisa sampah banjir yang di buang sembarangan.

Sanitasi lingkungan yang kurang baik
Gangguan keseimbangancairan dan elektrolit pada balita di posyandu pelangi III
2.
Data dari kader terdapat 3 balita yang mengalami gizi buruk.
Balita yang berumur 36 – 60 bln  sering mengkonsumsi makanan ringan  (snack) yang biasa di beli di warung- warung terdekat.
Serta sering mengkonsumsi mie instant


Kurang pengetahuan ibu tentang menu seimbang.
Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan pada balita di posyandu pelangi III
3.
Antar rumah berdekatan, tipe rumah permanen, pembangunan  gorong- gorong di sungi, sehingga air di bendung dan tidak mengalir lancar, selokan di depan rumah warga banyak yang ttersumbat, jalan di depan rumah kotor, banyak kardus basah sisa sampah banjir yang di buang sembarangan.

Sanitasi lingkungan yang kurang baik
Resiko terjadinya peningkatan penyakit diare pada balita di posyandu pelangi III

Diagnosa keperawatan :
1. Gangguan keseimbangancairan dan elektrolit pada balita di posyandu pelangi III b.d sanitasi lingkungan yang kurang baik
 Ditandai dengan:
·         Data dari kader terdapat 6 balita yang diare akibat pemberian susu formula.·      pembangunan gorong- gorong di sungai, sehingga air di bendung dan tidak mengalir lancar, selokan di depan rumah warga banyak yang tersumbat, jalan di depan rumah kotor, banyak kardus basah sisa sampah banjir yang di buang sembarangan.
2. Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan pada balita di posyandu pelangi III b. d Kurang pengetahuan ibu tentang menu seimbang. Ditandai dengan :
·         Data dari kader terdapat 3 balita yang mengalami gizi buruk.
·         Balita yang berumur 36 – 60 bln  sering mengkonsumsi makanan ringan  (snack) yang biasa di beli di warung- warung terdekat.
·         Serta sering mengkonsumsi mie instant
3. Resiko terjadinya peningkatan penyakit diare pada balita di posyandu pelangi III b. d Sanitasi lingkungan yang kurang baik. Ditandai dengan :
Antar rumah berdekatan, tipe rumah permanen, pembangunan gorong- gorong di sungai, sehingga air di bendung dan tidak mengalir lancar, selokan di depan rumah warga banyak yang tersumbat, jalan di depan rumah kotor, banyak kardus basah sisa sampah banjir yang di buang sembarangan. 
Diagnosa keperawatan komunitas
Pentingnya penyelesaian masalah
1. rendah
2. sedang
3. tinggi
Perubahan (+) untuk penyelesaian di komunitas
0: tidak ada
1 : rendah
2 : sedang
3 : tinggi
Penyelesaian untuk peningkatan kualitas hidup
0: tidak ada
1 : rendah
2 : sedang
3 : tinggi
Total score
1.Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit pada balita di posyandu pelangi III b.d sanitasi lingkungan yang kurang baik
2
3
2
7
2.Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan pada balita di posyandu pelangi III b.d Kurang pengetahuan ibu tentang menu seimbang.
3
3
2
8
3. Resiko terjadinya peningkatan penyakit diare pada balita di posyandu pelangi III   b.d Sanitasi lingkungan yang kurang baik
2
2
2
6

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar